Cari Blog Ini

Senin, 05 Januari 2015

Hati-Hati Mengkonsumsi Gorengan

Gorengan adalah salah satu makanan yang paling banyak diminati oleh masyarakat.
Selain rasanya yang gurih, harganya yang terjangkau serta mudah didapat, menjadi faktor tersendiri bagi peminatnya.
Tapi, apakah anda tahu, jika membeli gorengan di sembarang tempat mungkin saja dapat membahayakan kesehatan.

Ingin tahu mengapa ? Yuk, kita simak di bawah ini :

Plastik Dalam Minyak Goreng

Saat makan Gorengan, suara yang di hasilkan adalah Kriiuukk... kriuukk... renyah, sebenarnya ada apa dibalik kerenyahan gorengan ini ?
Setelah diselidiki, ternyata terdapat segelintir pedagang gorengan nakal yang memasukkan plastik bersama minyak goreng.
Hasilnya, gorengan menjadi renyah, tahan lama, dan gurih. Pedagang yang menggoreng dengan resep ini mengaku mendapat konsumen lebih banyak sejak menerapkan teknik ini.
Gorengan bisa jadi lebih laku keras karena renyah dan gurih. Namun, jangan tanya soal efeknya bagi kesehatan.

Menurut peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ani Retno, gorengan berplastik yang dikonsumsi dalam waktu lama sangat berpotensi menyebabkan kanker. Selain itu, plastik pada gorengan dapat menyebabkan kelumpuhan karena rusaknya jaringan saraf.
Pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,
YLKI, mendesak pemerintah untuk bersikap lebih proaktif mengawasi dan mengambil tindakan bagi penjual gorengan berplastik yang terbukti membahayakan kesehatan publik.
Sesuai undang-undang perlindungan konsumen, para pedagang gorengan berplastik ini dapat diancam hukuman lima tahun penjara.
[Dikutip dari Suara Pembaruan edisi Selasa, 1 Juli 2008]
Mencari strategi untuk mendapatkan keuntungan lebih di masa sulit seperti sekarang memang sah-sah saja. Namun, menghalalkan segala cara –termasuk memasukkan plastik dalam gorengan–tentu bukan tindakan bijaksana, terlebih jika
penyakit dan nyawa masyarakat luas yang
menjadi taruhannya.

Minyak Goreng Jelantah Atau Oplosan

Ternyata tidak sedikit pedagang yang memakai minyak goreng bekas (jelantah) atau minyak oplosan. Berdasarkan rasio penjualan, minyak goreng curah menguasai 90 persen pangsa pasar, sedangkan minyak goreng kemasan hanya 10 persen. Minyak goreng curah sebagian besar dikonsumsi oleh industri makanan seperti kacang goreng dan biskuit.
Minyak goreng oplosan membahayakan kesehatan. Oplosan miyak ini adalah minyak jelantah yang dicampur dengan oli bekas kendaraan bermotor.

Modal yang diperlukan sekitar Rp 6000 per liter dan dijual kembali mendekati harga normalnya yaitu Rp 10.000 – 11.000 per liter. Minyak ini dapat dijual dalam kemasan plastik per kilo maupun per jerigen. Dapat diperkirakan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan minyak goreng berbahaya tersebut. Di lain sisi dapat diperkirakan pula besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat banyaknya masyarakat yang tertipu karena tidak bisa membedakan minyak goreng murni dan minyak goreng berbahaya. Ciri-ciri minyak goreng oplosan adalah berbau tengik, berwarna lebih gelap dari minyak goreng asli, terdapat endapan di dasar minyak (berasal dari tepung terigu), serta timbul buih dan berasap saat dipanaskan.
Keanehan di atas tidak ditemukan pada minyak goreng asli yang sehat.

Dampak terlalu sering menyantap gorengan
dalam jangka panjang

Minyak jelantah memiliki ikatan asam lemak
jenuh. Selama proses menggoreng, minyak akan mengalami perubahan komposisi asam lemak serta kualitas minyak. Ikatan asam lemak ini sulit diurai oleh tubuh dan terbawa dalam aliran darah. Perlahan lemak ini akan mengendap pada pembuluh darah di jantung dan menyumbat aliran darah. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Penyumbatan pembuluh darah koroner dapat menyebabkan penyakit jantung, arterosklerosis (penyumbatan
pembuluh darah), stroke, diabetes, dan memicu pertumbuhan sel kanker. Awal pertumbuhan sel kanker dipicu oleh asam lemak minyak jenuh yang mengganggu susunan protein DNA dalam tubuh sehingga mengalami mutasi sel. Mutasi sel ini yang akan menumbuhkan sel kanker yang akan
berkembang 5-10 tahun. Tepung dari gorengan berpengaruh pada meningkatnya kadar gula darah yang mengakibatkan diabetes. Studi-studi dari laboratorium riset telah membawa kepada kesimpulan berikut:

1. Kanker yang disebabkan virus dapat diinduksi oleh lemak yang berlebihan.

2. Kanker yang disebabkan oleh zat kimia dapat diinduksi oleh lemak yang berlebihan.

3. Tumor-tumor yang ditransplantasikan kepada hewan dapat diinduksi oleh lemak yang berlebihan.

Jika gorengan diperas, coba tebak berapa
banyak minyak yang ada pada satu gorengan!
Minyak tersebut dapat meningkatkan kadar
kolesterol darah dan trigliserida. Hal ini tidak baik untuk kerja hati dan jantung. Kerja kedua organ ini menjadi lebih berat karena terhambat oleh kolesterol dan trigliserida yang membuat darah menjadi lebih kental.

Bahaya Kertas Pembungkus

Kertas pembungkus gorengan di satu sisi dapat menyerap minyak pada gorengan, tapi di sisi lain berdampak buruk bagi kesehatan. Tinta pada kertas terserap oleh gorengan. Tinta (kertas Koran/print-an) mengandung timbal yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Pengonsumsian makanan yang mengandung timbal oleh ibu hamil akan mengakibatkan anaknya memiliki risiko
terkena autis.

Faringitis

Radang tenggorokan atau faringitis dapat
disebabkan oleh adanya infeksi pada tenggorokan. Infeksi ini dapat terjadi karena berbagai faktor seperti kuman, virus, atau alergi. Alergi bisa dipicu oleh makanan misalnya es atau goreng-gorengan yang minyaknya
menggunakan minyak jelantah.

Plastik Gorengan

Ini khusus untuk gorengan yang dibumbui
plastik. Plastik kresek, kemasan plastik
berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan
makanan ‘styrofoam’ berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan.
Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila berkontak dengan minyak panas atau makanan yang berminyak/berlemak /mengandung alkohol dalam keadaan panas.
Meskipun bila residunya kecil tidak menimbulkan bahaya, jika ditimbun terus-menerus, senyawa tersebut dapat memicu berbagai penyakit.

MSG dalam Gorengan

Gorengan biasanya ditambahkan penyedap/MSG (monosodium glutamate). Makanan yang
mengandung MSG bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama akan berdampak buruk bagi kesehatan. MSG memiliki efek buruk terhadap susunan saraf pusat, efek alergi, atau pusing setelah pengonsumsian (post-restaurant syndrome).
Seorang dokter melakukan percobaan dengan
menyediakan 10 gorengan. Gorengan tersebut
kelihatannya sudah kering. Namun, setelah dihangatkan dalam oven dengan suhu tertentu selama 4-5 menit, minyak dari gorengan tersebut akan keluar dan meleleh dari gorengan.
Minyak tersebut kemudian ditadahkan ke kertas tissue dan dapat menghabiskan kira-kira 1/2 roll tissue per 10 gorengan. Hasil fisiknya tissue tersebut menjadi berwarna kuning kecokelatan.
Dari pengamatan tersebut, walaupun tidak
dilakukan dengan suatu analisis kuantitatif,
dapat dibayangkan jika setiap hari seseoraung memakan 10 buah gorengan, maka sebenarnya tubuhnya sedang menampung minyak sebanyak 1/2 roll tissue per 10 gorengan.

SOLUSI

tips yang cukup untuk membedakan dan
memilih gorengan

Untuk gorengan berplastik, biasanya lebih keras dari normalnya, terdapat noda putih. Mungkin kita perlu lebih berhati-hati dan lebih teliti karena tidak semua penjual gorengan melakukan perbuatan kreatif yang membahayakan itu.

• Perhatikan minyaknya! Kualitas minyak dilihat dari kejernihan dan baunya. Minyak, apa pun warnanya, jika jernih dan tidak tengik biasanya berarti bagus. Menurut Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center yang juga Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia, Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi M.Sc, ada kerancuan pada masyarakat dalam memilih minyak goreng. Masyarakat cenderung memilih berwarna bening kekuningan, padahal yang lebih baik adalah minyak goreng dari kelapa sawit yang berwarna merah. Minyak tersebut mengandung betakarotin yang merupakan provitamin A. Warna kekuningan muncul dari minyak yang telah mengalami beberapa penyaringan sehingga banyak vitamin A
yang hilang. Sebagai pengganti, banyak produsen menambahkan vitamin A dalam proses yang terkait. Proses penyaringan beberapa kali menentukan harga minyak. Makin banyak disaring, makin mahal harga minyak tersebut.

• Coba amati ketika penjual gorengan sedang
menggoreng dagangannya! Jika terlihat minyak mengeluarkan busa yang terlalu banyak, dicurigai bahwa minyak tersebut telah rusak dan kurang layak dipakai. Demi kesehatan,
pemakaian minyak goring diharapkan tidak lebih dari empat kali periode penggorengan. Jika warna minyak sudah terlihat kehitaman, menjadi kental dan timbul banyak buih ketika dipanaskan kembali sebaiknya minyak tersebut tidak digunakan kembali.

• Kertas pembungkus gorengan lebih baik diganti dengan yang lain, seperti kertas minyak untuk roti atau kertas cokelat (biasanya untuk bakpau)

• Kurangi makan gorengan sebisa mungkin!
Percaya atau tidak, bila kita mengurangi
gorengan maka cahaya mata menjadi putih
kebiruan (mata jernih). Jika masih
mengkonsumsi makanan digoreng, cahaya mata agak kekuningan. Hal tersebut menandakan organ hati sedang menanggulangi banjir minyak dan racun dari gorengan.
Serangkaian reaksi kimia terjadi pada minyak
goring yang talah dipakai berulang kali, antara lain hidrolisis, oksidasi termal, dan polimerasi termal yang menurunkan kualitas minyak goreng.
Untuk itu, kebanyakan ibu rumah tangga akan
membuang sisa minyak goreng tersebut setelah tiga atau empat kali menggoreng.

Source : Kaskus

Sabtu, 03 Januari 2015

Evolusi Bola Lampu dari masa ke masa

Sejak ditemukan Oleh Thomas Alpha Edisson. Ternyata selama ini, Bola Lampu telah mengalami banyak pemgembangan dan Evolusi.
Ingin tahu seperti apa? Mari kita simak dibawah ini :

1. Lampu Pijar

Cahaya lampu pijar berasal dari nyala filamen,
kawat tipis dari tungsten. Saat lampu dinyalakan, arus listrik memanaskan filamen hingga suhu 2.200 derajat celsius hingga filamen berpijar. Supaya panas terkonsentrasi di sekitar filamen, tungsten ditempatkan dalam bola lampu kedap udara.
”Karena cahaya lampu dari proses pemanasan,
kestabilan arus listrik menentukan nyala lampu,”. Tegangan listrik turun, suplai arus berkurang, lampu meredup. Pun sebaliknya.
Suhu pemanasan yang tak terlalu tinggi membuat pancaran sinar berwarna kuning. Intensitas cahaya atau tingkat kecerlangan lampu pijar hanya 15 lumen per watt. Akibatnya, untuk menghasilkan cahaya lebih terang butuh energi listrik besar.

Namun, sebesar apa pun arus listrik yang
diberikan, lebih dari 90 persennya diubah jadi panas. Hanya 5 persen listrik yang diubah jadi cahaya. Itu jelas tidak efisien dan boros listrik.
Pemanasan filamen terus-menerus,, akan
mengikis permukaan tungsten hingga penampang kawat mengecil hingga filamen putus dan lampu tak bisa digunakan lagi. Mudah putusnya filamen membuat usia hidup lampu hanya 1.000 jam atau empat bulan untuk pemakaian 8 jam per hari.

2. Lampu pendar

Sifat boros lampu pijar mendorong ilmuwan dan perekayasa mencari bola lampu baru lebih
efisien terkait energi. Lahirlah lampu pendar
atau lampu fluorosensi pada 1938.
Lampu ini paling banyak digunakan di Indonesia, baik tabung (tubular lamp/TL) maupun kompak.
Sebagian masyarakat menyebutnya lampu neon karena banyak digunakan pada neon box atau papan reklame.
Sejatinya, kedua lampu itu berbeda jenis.
Proses menghasilkan cahaya keduanya sama,
lewat proses eksitasi elektron. Namun,
kandungan gas yang dieksitasi berbeda. Eksitasi pada lampu neon hanya sekali, sedangkan lampu pendar dua kali.
Saat lampu dialiri listrik, elektroda pada ujung tabung lampu pendar memancarkan elektron bebas. Elektron itu akan mengionisasi gas argon dalam tabung bertekanan rendah.
Arus listrik membuat elektron bebas dan ion
gas argon bergerak cepat dari satu elektroda
ke elektroda lain. Arus listrik juga mengubah
merkuri dalam tabung dari cair jadi gas. Proses itu akan membuat partikel bergerak (elektron dan ion) bertabrakan dengan atom merkuri.
Akibatnya, elektron merkuri tereksitasi, turun ke tingkat energi lebih stabil dan melepaskan energi dalam bentuk foton atau cahaya ultraviolet.
Selanjutnya, cahaya ultraviolet akan
mengeksitasi atom fosfor pada lapisan dalam
tabung. Fosfor itu pula yang memberi warna
putih tabung. Pada proses eksitasi lanjutan itu akan dihasilkan cahaya tampak putih terlihat mata. ”Variasi cahaya lampu pendar bisa diatur berdasarkan komposisi fosfor,” ujarnya.
Proses eksitasi lanjutan itu tak ada pada lampu neon. Gas yang digunakan pun tidak hanya argon, tapi juga neon dan kripton. Neon menghasilkan cahaya merah, sedang gas lain menghasilkan warna berbeda.
Lampu pendar menghasilkan intensitas cahaya
lebih baik dari lampu pijar, 67 lumen per watt.
Pengubahan cahaya ultraviolet menjadi cahaya tampak juga menghasilkan panas yang hilang ke lingkungan, tapi jumlahnya lebih sedikit. Usia rata-rata lampu lebih lama, 8.500-10.000 jam.

3. Lampu LED

Meski lebih hemat dari lampu pijar, keberadaan merkuri yang merupakan logam berat dalam lampu pendar jadi masalah baru karena merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan. Tuntutan ada lampu yang kian hemat tetap ada. Selain itu, lampu masa depan pun harus bisa diaplikasikan lebih luas.
Lahirlah lampu berteknologi dioda pemancar
cahaya (light-emitting diode/LED). Penelitian
lampu LED dimulai 1960-an dengan menghasilkan lampu LED merah dan hijau. Baru pada 1990-an, LED biru hadir. Dengan temuan LED biru, LED putih bisa dibuat.
Temuan atas LED biru itulah yang membuat
ilmuwan Jepang Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura dianugerahi hadiah Nobel Fisika 2014.
Sumber pencahayaan lampu LED berasal dari
dioda berupa semikonduktor dari material padat dan mampu mengalirkan arus listrik. Energi yang dilepaskan dari gerakan elektron dalam semikondutor itulah yang akan menghasilkan cahaya.
Saat listrik dialirkan, elektron bebas dari
bagian negatif semikonduktor yang diperkaya
elektron bebas mengalir ke bagian positif. Saat bersamaan, lubang elektron pada bagian positif bergerak ke bagian negatif.
Gerakan itu membuat elektron bebas jatuh ke
lubang elektron. Akibatnya, elektron turun ke
tingkat energi yang lebih stabil dan melepaskan foton/cahaya. Kian tinggi energi foton yang dihasilkan, cahaya yang dihasilkan kian tinggi frekuensinya atau panjang gelombangnya. Oleh karena itu, warna cahaya yang diperoleh lampu LED bergantung pada campuran materi penyusun diodanya. Misalnya, campuran aluminium, galium, dan arsenik akan menghasilkan cahaya merah. Perpaduan indium, galium, dan nitrida memberi warna biru.
Dibandingkan ukuran pembangkit cahaya lampu pijar dan pendar, ukuran LED sangat kecil, luasnya kurang dari 1 milimeter persegi.
”Semakin besar LED, susunan atomnya makin
mudah rusak sehingga sifat elektriknya
berkurang,”.
Oleh karena itu, untuk membuat sebuah bola
lampu umumnya tersusun beberapa LED. Ukuran kecil juga memungkinkan lampu LED ditempatkan pada berbagai sirkuit elektronik untuk beragam pencahayaan.
Tak hanya penerangan rumah atau jalan,
rangkaian LED juga dimanfaatkan untuk
pencahayaan beragam alat elektronik, mulai
pengendali jarak jauh, layar monitor, telepon
pintar, hingga televisi. Bahkan, LED juga bisa
sebagai pengganti sinar matahari untuk
menumbuhkan tanaman dalam ruang.
Lebih dari 50 persen energi listrik pada LED
diubah jadi cahaya. Itu membuat LED lebih
efisien dibandingkan lampu pendar, apalagi lampu pijar. Setiap 1 watt listrik mampu menghasilkan cahaya berintensitas 70-100 lumen. Usia pakai bisa lebih lama hingga 50.000 jam.
Proses produksi yang rumit membuat harga
lampu LED masih mahal. Namun, jika dihitung
biaya total pembelian dan pemakaian listrik,
penggunaan LED tetap lebih murah.
Selain itu, LED juga rentan dengan temperatur tinggi yang akan membuatnya terlalu panas dan gagal beroperasi. Oleh karena itu, LED butuh arus listrik stabil dan pemasangan sirkuit listrik secara tepat.

4. LED BIRU

Akasaki, Amano, dan Nakamura menemukan LED biru lewat riset terpisah pada awal era 1990-an. Inovasi mereka terus disempurnakan sehingga menghasilkan lampu LED yang kini makin efisien. Versi terbaru lampu dengan teknologi LED biru saat ini mampu menghasilkan penerangan 300 luminasi/Watt. Terang yang dihasilkan oleh lampu itu jauh lebih besar dibanding lampu pijar yang hanya 16 lumen/watt dan lampu fluorensens 70 lumen/watt.

Dengan seperempat konsumsi listrik dunia
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penerangan, maka inovasi ketiga penerima nobel ini berguna untuk menghemat sumber energi yang dipakai untuk membangkitkan listrik.
Konsumsi material untuk lampu LED biru juga
lebih sedikit. Sebabnya, lampu LED biru bisa
bertahan hingga 100.000 jam sementara lampu pijar hanya 1.000 jam dan lampu fluorensens 10.000 jam.

Jumat, 02 Januari 2015

Terungkap : Inilah Sosok Wanita Pada Uang Lima ribu-an

Baru-baru ini saya dapat kabar tentang Uang lima ribu. Anda pernah liat Uang lima ribuan kan ?
Pastilah pernah dong, lalu apa keistimewaannya ? Coba deh liat gambar wanita yang sedang menenun pada uang lima ribuan. Pasti anda pernah bertanya-tanya kan , Siapakah sosok wanita tersebut ?
Nah, Akhir-Akhir ini saya dengar kalau sosok wanita itu Real alias nyata loh...
Siapakah dia ? Yuk, kita simak tulisan ini.

Natasha Annestessya, yang disapa Ceci, adalah gadis yang menjadi model pengrajin tenun Pandai Sikek di pecahan Rp 5.000. Kini, Ceci telah menetap California, dan membangun keluarga di sana.
Menurut ibunya, Anna Tuturaima, Rabu (26/12/2013) saat Ceci berumur 17 tahun dirinya mengikuti pemotretan dengan alat penenun Pandai Sikek, alat tenun Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh Perusahaan Umum Percatakan Uang RI (Peruri).

Ketika itu, Ceci adalah mahasiswi semester III jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI).
Di tengah kesibukannya sebagai pensiunan
pemandu wisata anjungan Sumatera Barat TamanMini Indonesia Indah, Anna dengan santai menceritakan kisah anak pertamanya ini. Dari 80 kontestan yang mengikuti pemotretan, Ceci kemudian lolos dan menjadi model penenun di pecahan uang Rp 5.000 tersebut.

"Sambil pemotretan juga di tanya-tanya. Ceci
yang kemudian dianggap paling pantas
disandingkan dengan Tuanku Imam Bonjol," ucap Anna, ibu Ceci saat ditemui.

Ceci saat ini telah berumur 31 tahun. Dia adalah anak yang patuh dengan orang tua. Selama 4 tahun menjalani kuliah, Ceci menanggung sebagian besar uang kuliahnya dari beasiswa yang didapat.

"Dulu ibu paling bayar Rp 400.000 untuk
kuliahnya, sisanya dia yang bayar. Ceci enggak
pernah nyusahin saya. Dia tahu, dulu saya hanya pegawai negeri kecil. Bahkan sampai menikah, Ceci enggak pernah nyusahin," ucap Anna.

Saat Ceci bekerja di salah satu perusahaan
swasta Jakarta, Ceci tak pernah absen menelpon ibunya menanyakan apa yang ibunya masak.

"Mami masak apa? Ceci kangen sambel mami,"
cerita Anna yang menahan air mata di pelupuk
matanya. Anna mengaku merindukan Ceci, namun melihat Ceci bahagia itu sudah membuat Anna bahagia.

Anna tak pernah menunjukkan kesedihannya di depan Ceci, namun diakui, dirinya kerap
menangis usai berbincang melalui telepon
selulernya. Sejak 7 tahun yang lalu, saat berumur 25 tahun Ceci yang menikah dengan David, warga negara Amerika Serikat. Dia belum pernah kembali ke Indonesia.
"Ceci enggak pernah bisa ke Indonesia, karena ukuran otaknya lebih besar dibanding otak orang biasa. Jadi, Ceci enggak bisa naik pesawat lebih dari 5 jam. Tapi tahun depan kata dokter sudah bisa kesini. Doakan saja ya," ucap Anna dengan senyuman kecilnya.

Anna kembali bercerita, putrinya, Ceci adalah
anak yang pintar. Saat SMA, dia mendapatkan skor TOEFL terbaik se-SMA dengan nilai 600 dan pernah menjadi karyawan terbaik di Amerika.

"Ceci enggak pernah cerita kalau menang apa,
lolos apa, dia enggak mau cerita. Dia bilang, itu biasa saja enggak usah di cerita-ceritain," ucap Anna.

Anna yang sudah menjadi pemandu di anjungan Sumatra Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama 38 tahun ini berharap agar anaknya sehat dan rumah tangganya rukun.

"Kalau minta anak itu kan di tangan Tuhan ibu
enggak minta apa-apa. Asal Ceci baik-baik aja di sana," harap Anna.

SUMBER (bisniskeuangan.kompas.com)

Fakta Tentang Kucing Yang Perlu Kamu Ketahui




Kucing memang salah satu hewan peliharaan yang paling banyak dipelihara oleh manusia, hewan ini memang memiliki tingkah yang lucu dan juga wajah yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi gemes. tapi sayangnya justru sebagian pemelihara kucing tidak tahu apa saja fakta-fakta tentang keadaan kucing.
Kalau kamu memang pecinta kucing, silahkan baca fakta-fakta unik tentang kucing di bawah ini :
  1. Kucing memiliki 30 ruas tulang belakang, yaitu 5 kali lebih banyak dari manusia
  2. Kucing memiliki 230 tulang, yaitu 24 kali lebih banyak dari manusia
  3. Kucing tidak memiliki collarbone, sehingga memungkinkan masuk melewati celah selebar kepalanya
  4. Kelenturan tubuh kucing sangat menakjubkan, kaki depannya dapat diputar ke segala arah dan setengah bagian tubuhnya dapat bergerak ke arah yang berlawanan
  5. Pendengaran kucing lebih sensitif dari manusia dan anjing. Batas pendengaran kucing 65 khz, sedangkan manusia 20 khz
  6. Kucing memiliki mata terbesar dibandingkan dengan mamalia lainnya (dalam hubungannya dengan besarnya tubuh)
  7. Kucing tidak dapat melihat pada kegelapan total, akan tetapi ketajaman matanya pada malam hari sangat baik. Mata kucing memiliki lapisan perefleksi cahaya yang disebut tapetum yang dapat berfungsi untuk memperkuat cahaya yang masuk retina.
  8. Cakupan pandangan kucing 185 derajat
  9. Kucing memiliki indera penciuman 20-80 juta sel olfactory, sedangkan manusia hanya 5-20 juta
  10. Denyut nadi kucing normal antara 110-170 denyutan per menit (jika anda ingin melakukan pengecekan denyut nadi lakukan di paha belakang di bagian sendi yang menghubungkan kaki dengan tubuh)
  11. Kucing menarik nafas sebanyak 20-40 kali per menit
  12. Suhu tubuh kucing normal 102 °F atau 38.8 °C
  13. Kucing kampung dapat lari dengan kecepatan 31 mile per jam
  14. Kucing memiliki system syaraf yang sangat sensitif.
  15. Kucing dapat melompat ke ketinggian 5 kali tinggi badannya.
  16. Setiap kucing memiliki nose pad yang sangat khas, sehingga tidak akan penah ada dua kucing yang memiliki sidik hidung yang sama
  17. Kucing merespon panggilan wanita lebih baik dari pada pria, mungkin karena suata wanita memiliki puncak yang lebih tinggi
  18. Orang yang alergi terhadap kucing pada umumnya alergi terhadap air liur kucing
  19. Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mengelus-elus kucing merupakan salah satu cara menurunkan tekanan darah kita.
  20.  Rata-rata umur kucing 15-16 tahun.
  21. Untuk menentukan kesetaraan umur kucing dengan umur orang, mulailah dengan 20 tahun sebagai umur tahun pertama kucing, kemudian tambahkan 4 tahun umur manusia untuk setiap umur tahun kucing. Sebagai contoh : Jika kucing anda berumur 4 tahun berarti umurnya setara dengan 20 tahun (untuk umur 1 tahun) ditambah 3 x 4 tahun,yaitu setara dengan umur 32 tahun pada orang.
  22. Kucing memiliki daya penciuman yang sangat baik. Ini adalah alasan mengapa kucing tidak akan menggunakan kotak sampah kotor. Dan mereka juga memiliki pendengaran yang bagus.
  23. Kucing benci bau parfum. Mereka juga membenci aroma jeruk dan lemon.
  24. Kucing menganggap daerah yang memiliki bau amonia sebagai daerah eliminasi. Jadi, tidak dianjurkan untuk menggunakan amonia untuk membersihkan bau urin kucing.
  25. Seekor kucing mengetahui perubahan dalam suasana hati Anda, dan kadang-kadang itu akan mempengaruhi kucing Anda.
  26. Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata “Meong”. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan “Meow”. Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis “Miaow”. Kalau bahasa Jepang sering ditulis dengan kata “Nya”.
  27. Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya.
  28. Kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 – 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 – 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari.
  29. Pintu khusus kucing (cat flap) yang biasa terdapat pada pintu rumah, ditemukan pertama kali oleh Sir Isaac Newton (penemu hukum gravitasi).
  30. Ekor kucing dipergunakan untuk menjaga keseimbangaan, terutama ketika sedang melompat atau berlari.
  31. Kucing memakan rumput dengan tujuan memperbaiki pencernaan dan membantu mengeluarkan rambut yang tertelan dan menumpuk di lambung.
  32. Kucing yang sehat mempunyai suhu tubuh 38°C – 39.5°C.
  33. Kucing betina matang secara seksual ketika berumur 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan pada umur 9 -12 bulan.
  34. Rata-rata jumlah anak kucing dalam satu kelahiran adalah 2-6 ekor.
  35. Dengkuran kucing (purring) tidak selalu menunjukkan bahwa kucing dalam keadaan nyaman. Kucing juga akan melakukan hal yang serupa dan lebih keras pada saat dalam keadaan stres atau kesakitan
  36. Semua kucing memerlukan taurine dalam makanan untuk mencegah kebutaan. Kucing juga harus mengkonsumsi sejumlah lemak dalam makanan karena tidak dapat memproduksi lemak sendiri.
  37. Ketika seekor kucing menggosokkan badannya ke kaki atau badan anda, ia sedang menandai anda dengan baunya dan menyatakan anda sebagai pemiliknya.
  38. Rata-rata umur kucing yang hidup di luar rumah sekitar 3-5 tahun, sementara yang hidup didalam rumah dapat mencapai umur 16 tahun atau lebih lama.
  39. Rata-rata waktu tidur kucing sekitar 16 jam
  40. Kaki depan kucing mempunyai 5 jari dan 4 jari pada kaki belakang. Kucing yang lahir dengan 6 atau 7 jari pada kaki depan dan tambahan jari pada kaki belakang disebut polidaktil.
  41. Kucing dewasa mempunyai 30 buah gigi, 16 buah di rahang atas dan 14 buah di rahang bawah.
  42. Ada sekitar 9600 helai rambut tiap cm2 kulit bagian atas dan sekitar 19200 helai rambut tiap cm2 kulit bagian bawah.
  43. Lidah kucing tidak dapat merasa karena kurangnya sensor syaraf perasa di lidah. Manusia mempunyai sekitar 9000 sensor syaraf perasa di lidah, sedangkan kucing hanya mempunyai 473 buah. Nafsu makan kucing terutama dipengaruhi oleh bau bukan rasa makanan. 
itulah daftar yajng saya kumpulkan dari beberapa sumber mengenai Fakta seekor kucing, Bagaimana menujrut Kamu ?

Fakta Tentang HUjan Yang Perlu Anda Tahu

Hujan, peristiwa alam yang memberi banyak cerita dan inspirasi baik tawa atau tangis. Hujan bisa menjadikan suasana lebih romantis bagi sepasang kekasih. Hujan juga kerap menimbulkan kegusaran hingga duka ketika bencana seperti banjir ikut menyusul kemudian.

Bagaimanapun, hujan adalah simbol keseimbangan alam dan menjadi bukti betapa hebatnya segala hal di bumi ini telah dirancang oleh Sang Pencipta. Lihatlah pada 10 fakta di bawah ini.
1. Tetes hujan jatuh dengan kecepatan rata-rata 8 - 10 km/jam. Namun tergantung pada kecepatan angin dan kondisi di wilayah tertentu, bisa mencapai hingga 35 km/jam.

2. Hujan awalnya jatuh sebagai es atau kristal hingga akhirnya menjadi titik-titik air.

3. Diameter setiap tetes hujan bervariasi antara 0,02 inci sampai sekitar 0,031 inci.

4. Air umumnya jatuh ke bumi pada kecepatan rendah, hal ini karena hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan lebih rendah. Bayangkan jika tidak terjadi gesekan pada atmosfer, bisa jadi setiap tetes hujan akan menghujam bumi dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan banyak kerusakan.

5. Ketinggian minimal awan mendung adalah 1.200 meter dan dapat ditemukan hingga 10.000 meter di langit.

6. Setiap detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari permukaan Bumi. 
7. Jumlah 16 juta ton air tersebut sama dengan jumlah hujan yang jatuh kembali ke bumi setiap detik. Air bergerak terus dalam siklus yang seimbang, jadi betapa hebatnya keseimbangan alam terjadi di sekitar kita.

8. Curah hujan rata-rata paling banyak terjadi di Cherrapunju, India, yakni sebanyak 26,5 meter (87 kaki).

9. Sementara wilayah yang hampir sepanjang tahun selalu hujan adalah Mt. Waialeale di Kauai, Hawaii. Di tempat ini selama 350 hari per tahun selalu basah oleh hujan.

10. Payung awalnya diciptakan untuk melindungi orang dari panas matahari. 
 Wow, sangat Menarik Bukan ?
Sumber:
rainappreciationsociety